Cara Mengolah Limbah Daun Bambu Menjadi Kompos

Hallo! Kali ini saya akan membahas tentang cara mengolah limbah daun bambu menjadi kompos. Akhir-akhir ini, banyak yang terlibat dalam kegiatan pertanian mulai dari bunga, buah-buahan. sayuran, dan pohon jenis lainnya. Pupuk sangat penting perannya dalam perawatan tanaman untuk bisa menghasilkan tanaman yang berkualitas. Ada 2 jenis pupuk, yaitu pupuk kompos organik dan  pupuk kimia 

Jenis pupuk kompos organik yang saat ini sedang populer adalah pupuk kandang serta pupuk, seperti pupuk dari daun. Pupuk kandang adalah jenis pupuk organik yang dibuat dari berbagai limbah hewan seperti ayam, kambing, kelinci, sapi, dan sebagainya. Sementara itu, kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari tanaman seperti daun bambu yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.


Tahap Isolasi Mikroorganisme
Ambil 1 kilo gram tanah dalam kedalaman 0.2m dari permukaan atas tanah. Pilihlah lokasi tanah yang subur dan bebas dari gangguan hewan, jauh dari perumahan misalnya dari lahan perkebunan yang terawat dengan baik atau dari hutan lebat (Gambar 1 dan 2).

Tanah dicampur dengan satu kg daun bambu kering, 5 kg sekam beras dan 2 kg dedak beras, diaduk merata sambil menuangkan air yang cukup, sekitar 5 liter (Angka 3 dan 4).

Masukkan campuran ke dalam wadah dengan diameter 50 cm dan tinggi 30 cm. Buat lubang berdiameter 10 cm di tengah campuran (angka 5 dan 6).

Tutup campuran dan letakkan di tempat teduh selama satu bulan. Aduk campuran setiap 4 hari dan buat lubang ventilasi baru.

Proses ini selesai setelah pembentukan lapisan serat putih pada permukaan campuran (Angka 7 dan 8).

Tahap Peningkatan Jumlah Mikroorganisme
Campuran kering mikroorganisme diaduk secara merata, kemudian 500 gram diambil dan dimasukkan ke dalam jaring plastik (Gambar 9).

Campur 15 liter molase (produk sampingan dari pengolahan tebu) atau 15 kg gula merah cair dalam wadah yang berisi 75 liter air tanah atau sumur bersih (Angka 10 dan 11).

Tempatkan jaring plastik yang mengandung campuran mikroorganisme ke dalam wadah (Gambar 12).

Aduk merata ke arah yang sama.

Tutup wadah dan biarkan selama satu bulan di tempat teduh.

Indikator keberhasilan tahap ini adalah bahwa larutan baunya enak, jika baunya tidak sedap itu berarti prosesnya telah gagal (Gambar 13).

Proses Produksi Pupuk Hayati Organik
Salah satu bagian dari solusi dimasukkan ke dalam wadah yang berisi 10 bagian air yang telah dicampur dengan satu bagian molase. Aduk merata ke arah yang sama.

Tambahkan sepertiga daun sayur cincang/ cincang seperti daun singkong atau daun kale, aduk ke arah yang sama, lalu tutup (Gambar 14).

Biarkan campuran selama 15 hari di tempat teduh (Gambar 15).

Metode Aplikasi
Sekitar 100 ml pupuk cair ditambahkan ke 20 liter air untuk 40-50 tanaman (Gambar 16).

Menyiram tanaman dan ke permukaan tanah tempat tanaman ditanam (Gambar 17).

Aplikasi ini dilakukan seminggu sekali.

Kami merekomendasikan bahwa pada awal budidaya tanaman, menerapkan pupuk boca atau kompos sebagai pupuk dasar sekitar 500 gram / meter2

Pupuk organik yang terbuat dari daun kering memiliki banyak manfaat, serta penggunaan pupuk inipun sangat mudah dan praktis. Kamu perlu menyaring pupuk terlebih dahulu, lalu mencampurkan pupuk dengan tanah dalam media tanam.

Sekian dulu pembahasan saya mengenai cara mengolah limbah daun bambu menjadi kompos. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat buat anda.

Selamat mencoba!

Komentar